[fanfic] Sepiring Berdua

Title : SEPIRING BERDUA ; ROMANTIS ATAU NGIRIT?
Genre : Comedy, fluff
Length : drabble
Rating : T
Pairing : daragon
A/N : Mianhae, otak author lagi konslet(?) jadi ngarang yang engga-engga😛 Author udah nyoba bikin fic daragon dengan genre fluff SAJA, tapi ternyata susah (apalagi pake bahasa Indonesia) -____-
Aaaaaanyway, do not curse me dong. I made it just for fun okaaaay?😀

—–

Malam minggu adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh kawula muda di seluruh dunia. Tau kenapa? Karena pada malam tersebut, pocong pun bahkan jadi galau karena ga ada temen nge-date! Makanya pocong dan hantu-hantu lainnya lagi berburu pasangan juga. Karena terbebas dari gangguan hantu-hantu yang menggalau, jadilah pasangan muda-mudi menetapkan malam minggu (baca: sabtu malam, jombloers.red) sebagai malam mereka menghabiskan waktu bersama yang terkasih.

Begitupun dengan pasangan kesayangan kita yang satu ini: Kwon Jiyong dan Sandara Park. Mereka janjian ketemuan di dorm Dara kemudian dilanjutkan dengan motor-motoran (kalau jalan-jalan kan capek).

“Cintaaaaah!” panggil Jiyong dari luar dorm. Malam ini Jiyong tampil rapih dengan sekuntum mawar merah di tangannya kirinya. Sementara tangan kanannya memegang sebuah wortel. Loh?

“Ah cintaku sudah dataaang!” ujar Dara sambil tersenyum. Ia segera berlari membukakan pintu dan menyambut kedatangan kekasihnya itu. Senyumnya semakin merekah saat menemukan sosok yang dicintainya itu.

“Halo sayang!” sapa Dara sambil cipika-cipiki. Matanya terbeliak terharu saat melihat sekuntum mawar merah di tangan Jiyong.

“Ini buat kamu, sayang,” kata Jiyong sambil menyerahkan… wortel!

“Loh? Kok wortel sih? Bunganya?” protes Dara.

“Parfumku habis nih. Pinjem blender dong, mau ngejus mawarnya dulu buat parfum sementara. Ya, yang?” ujar Jiyong sambil melangkah masuk ke dalam dorm.

“Eeeeh! Anak cowok nggak boleh masuk!” larang Dara setengah kesal sambil menarik jaket Jiyong.

“Siapa bilang?”

“Sajangnim,”

“Ya sudah, jangan bilang-bilang sama sajangnim. Oke cintaku? Ih kamu cantik deh!” rayu Jiyong. Pipi Dara bersemu merah. Sementara di ujung ruangan Park Bom yang tadinya asyik makan jagung jadi risih, lalu melempar biji-biji jagung ke arah mereka berdua.

“Bom-ah!” seru Dara.

“Kalian berisik tau!” sungut Bom. Jiyong hanya tersenyum kecut. Ia menyikut Dara.

“Dia kenapa, yang?” bisiknya.

“Sensi kali. Seunghyun kan lagi syuting, dia jadi kesepian nggak ada yang ngajak nge-date,” jawab Dara sambil menarik Jiyong menuju dapur. Jiyong hanya manggut-manggut.

“Chaerin sama Minkki mana?”

“Chaerin belanja, dia disandera Bom supaya tetap di dorm dan memasakkan makanan untuk Bom. Minkki lagi kerja kelompok,” lagi-lagi Jiyong hanya manggut-manggut. Dara membantu Jiyong men-jus mawar kemudian Jiyong gunakan sebagai parfum.

“Yang, kamu pakai parfum ini juga dong. Biar serasi sama aku,” kata Jiyong. Dara hanya menurut sambil tersenyum.

“Kamu beli dimana mawarnya?” tanya Dara.

“Nggak beli kok, metik di taman punya tetangga sebelah tadi.” Jawab Jiyong santai. Dara menepuk lengan Jiyong.

“Aduh! Kenapa dipukul?” protes Jiyong.

“Ihhh sayangku nakal deh!” kata Dara gemas. Mereka berdua tertawa.

“PERGIIIIIIIIII!!!” tiba-tiba Bom muncul di pintu dapur sambil berteriak kesal ke arah mereka berdua. Tangannya membawa sapu. Jiyong dan Dara segera kabur dari dorm sebelum tubuh mereka babak belur dihajar Bom! Ih mereka suudzon banget, padahal kan Bom emang mau nyapu sisa-sisa jagung yang tadi dimakannya.

Setelah mereka keluar dari dorm, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju timur (kalo ke barat kan nemenin sun go kong) menggunakan motor yang disewa Jiyong. Malam ini mereka lagi ngidam pengen makan nasi goreng Cak Bud*.

Setelah Jiyong memesan nasi goreng, ia segera duduk di samping Dara.

“Kok ayang duduk sini sih? Duduk di situ loh!” usir Dara sambil menunjuk kursi di hadapannya. Jiyong memberengut.

“Tega banget sih, yang. Kan aku pengen deket sama ayang,” kata Jiyong.

“Ah kalo ayang duduk di sebelahku kan aku jadi ga bisa ngeliatin wajah ayang…” jawab Dara malu-malu. Jiyong mencubit pipi Dara gemas, bibirnya tersenyum lebar, selebar tanah warisan kakeknya yang tuan tanah.

“Ya udah, aku duduk di sebelah ayang sini tapi menghadap ayang deh!” Jiyong memutar posisi kursinya supaya dia bisa duduk menghadap Dara. Wajah Dara memerah. Bukan karena malu, tapi karena barusan dia minum teh kepanasan!

“Neng, ini nasi gorengnya,” Cak Bud meletakkan sepiring nasi goreng pedas di hadapan mereka.

“Makasih, Bang!” sahut Dara. Ia memandang Jiyong dan sepiring nasi goreng di hadapannya bergantian. “Kamu pesen apa, yang?” tanya Dara bingung.

“Hehehe, aku pesen cuma satu sih, yang.” Jawab Jiyong sambil nyengir tanpa dosa.

“Loh kok Cuma satu?”

“Yaaaa kita makan sepiring berdua aja. Kan romantis, yang,” kata Jiyong beralasan.

“Ah kamu nggak usah ngeles deh. Bilang aja kalo lagi ngirit. Sekarang kan tanggal tua!” cetus Dara sebal. Lagi-lagi Jiyong hanya nyengir tanpa dosa.

——————–END

* nasgor langganan author LOL

5 thoughts on “[fanfic] Sepiring Berdua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: